• Address : Jalan Khatib Sulaiman No.61 Padang - Sumatera Barat
  • Call Us : 0751-7051398 / 70554

APEC Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region


APEC Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region

By : Admin Date : Selasa, 05 Desember 2017

APEC Seminar on Disaster Risk Financing in TheAsia Pasific Region Senin, (4/12) di Hotel Grand Inna Padang di hadiri oleh World Bank, Kementerian Keuangan Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kampus nasional dan regional.

APEC, singkatan dari Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik,adalah forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik yang bertujuan untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas dan mendorong perdagangan bebas di seluruh kawasan Asia-Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989 sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan interdependensi ekonomi negara-negara Asia-Pasifik dan lahirnya blok perdangangan lain di bagian-bagian lain dunia. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kerja_Sama_Ekonomi_Asia_Pasifik)

Kampus STIE KBP Padang yang core nya adalah keuangan ikut hadir dalam acara ini, yang mana diharapkan dapat memberikan masukan kebijakan terkait bencana ke kementerian keuangan dan World Bank untuk anggaran tahun 2018.

Sebaiknya anggaran bencana setidaknya mengikuti negara Jepang, dimana mereka mengalokasikan 436 Triliun atau hampir 1 persen dari GDP nya. Sementara Indonesia, yang baru disetujui dananya untuk tahun 2018 hanya 700 Miliar Rupiah atau kurang dari 1%dari APBN nya atau jauh dari 1% dari GDPnya. Sehingga kita melihat di siaranTV, bencana yang terjadi sering kali tidak tertangani dengan cepat. Ungkap Ketua STIE KBP Padang, Febryandhie Ananda, SE, M.Si.

Banyak hal yang diakibatkan oleh disaster yang saat sekarang terjadi pada negara yang dikelompokkan pada negara selatan (dunia ke 3) diantaranya, poverty, institutional, education, expolosion of human, being, education and soon. Disatu sisi kita dituntut untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tidak mungkin kita akan terlepas dari ekspolitasisumber daya alam, hal ini karena keterbasan kita untuk mencarialternatif lain dalam pengembangan ekonomi. Tapi kita tidak akan tutup matamembiarkan kerusakan demi kerusakan terjadi di alam ini karena kitalah yangakan merasakan akibatnya. Oleh karena itu untuk mencegah hal ini solusinya hanya terletak pada lembaga dengan kebijakannyadalam mengolah sumber daya lingkungan juga meminimalisir degradasi lingkunganyang terjadi, recovery atas kerusakan yang telah ada. Bagaimana kitamemperlakukan lingkungan ini dengan bijaksana karena bukan hanya kita yangmenikmati tetapi juga anak cucu kita kelak.

All Rights Reserved © Copyright 2015 STIE-KBP